Informasi dan Layanan

FORUM PUSPA

test
Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak -FORUM PUSPA PETA ARUM DI KOTA BLITAR DIBENTUK SEJAK TANGGAL 16 NOVEMBER 2021 SESUAI SURAT KEPUTUSAN WALIK..

SINERGI BERLIAN

test
AKSI DAN KOLABORASI SATUKAN ENERGI BERSAMA LINDUNGI ANAK KOTA BLITARDalam rangka peningkatan sosialisasi tentang Perlindungan Perempuan dan Anak di Kota Blitar, perlu ada..

PAK GIMIN SEMANGAT

test
Paket Gizi Ibu Hamil Nambah Sehat Atasi Stunting (PAK GIMIN SEMANGAT)Upaya Pencegahahan Stunting Berkelanjutan dengan melibatkan Lintas Perangkat Daerah dirumuskan menggu..

BERITA UTAMA

Kota Blitar - DP3AP2KB Kota Blitar terus menggencarkan aksi pencegahan kekerasan dan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah melalui gerakan Sinergi Berlian. Hingga pertengahan Agustus 2026, tim DP3AP2KB tercatat telah turun langsung ke lapangan lebih dari 20 kali untuk menyosialisasikan pencegahan kekerasan terhadap anak di berbagai sekolah dan kelurahan.Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Mujianto dikonfirmasi Senin, (24/8/2026) mengatakan program Sinergi Berlian atau akronim dari Aksi dan Kolaborasi Satukan Energi Bersama Lindungi Anak, terus dilakukan dengan menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK sederajat.Menurutnya, kegiatan turun langsung ke lapangan menjadi bagian penting dalam upaya memberikan pemahaman kepada siswa, tenaga pendidik hingga orang tua mengenai berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi terhadap anak."Harapan kami kondisi yang ada di Kota Blitar bisa kondusif, agar tidak terjadi masalah kekerasan terhadap anak, baik yang dilakukan oleh sesama anak, pihak sekolah, maupun lingkungan keluarga. Tiga elemen ini bisa terjadi dimana saja dan kapan saja," tegas Mujianto.Mujianto menjelaskan, dalam pelaksanaan aksi Sinergi BERLIAN, materi yang diberikan disesuaikan dengan tingkat usia anak. Hal tersebut dilakukan karena bentuk dan tingkatan kekerasan maupun perundungan yang terjadi di tingkat SD, SMP, dan SMA memiliki karakteristik yang berbeda.Selain itu, Sinergi BERLIAN juga dilakukan melalui berbagai pendekatan. Diantaranya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan pembekalan anti kekerasan bagi siswa baru, parenting dengan mengundang wali murid, serta kunjungan dan outing class ke kantor DP3AP2KB Kota Blitar.Mujianto berharap Sinergi BERLIAN tidak hanya menjadi kegiatan sosialisasi, tetapi mampu membangun kesadaran bersama di lingkungan sekolah maupun keluarga untuk mencegah terjadinya kekerasan dan bullying terhadap anak. *Elg/Kir
Kota Blitar - DP3AP2KB Kota Blitar menekankan pentingnya keseimbangan peran orang tua, khususnya ayah, dalam pengasuhan dan pendampingan anak yang mulai memasuki usia akil baligh.Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Mujianto diwawancarai Rabu, (2/9/2026), menyampaikan edukasi dan pengawasan terhadap anak yang beranjak remaja tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada ibu. Figur ayah memiliki peran strategis dan spesifik dalam membentuk karakter serta membimbing anak menghadapi fase transisi fisik maupun psikologisnya."Pengasuhan itu idealnya dijalankan secara seimbang oleh ayah dan ibu. Saat anak memasuki usia akil baligh, ada bimbingan-bimbingan khusus yang sangat efektif jika diberikan langsung oleh ayah," ujar Mujianto.Mujianto menjelaskan, bagi anak laki-laki yang menandai masa akil baligh melalui mimpi basah, peran ayah sangat krusial dalam memberikan edukasi dasar keagamaan dan kebersihan diri, seperti tata cara mandi wajib.Sementara itu, untuk anak perempuan yang mulai mengalami menstruasi, ayah diimbau tidak bersikap acuh atau menyepelekan perubahan biologis tersebut. Momen ini justru harus dimanfaatkan ayah untuk memberikan bimbingan moral, membangun ikatan emosional yang lebih intens, serta memperketat pengawasan."Jika komunikasi di rumah tersumbat dan anak tidak merasa nyaman cerita ke orang tua, mereka akan mencari tempat curhat di luar. Ini yang berbahaya jika sampai salah pergaulan," imbuhnya.Ditengah kesibukan, Mujianto juga menyarankan pemanfaatan teknologi secara bijak untuk menjaga keterhubungan keluarga. Penggunaan grup percakapan digital seperti WhatsApp dapat menjadi media interaksi harian untuk memantau keberadaan dan kondisi anak. Selain itu diera digital, orang tua perlu mengenali lingkungan pertemanan dengan menyimpan kontak teman dekat anak, menjalin komunikasi dengan orang tua, dan menjadi teman di media sosial anak. *Elg/Kir
Kota Blitar - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar memperkuat sinergi bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kepanjenkidul melalui program "Kencan Sae", Rabu, (9/9/2026). Program ini difokuskan pada pendewasaan usia perkawinan sekaligus pencegahan pernikahan dini melalui pembekalan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Total, kegiatan ini diikuti 10 pasangan calon pengantin.Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Mujianto saat diwawancarai Jumat, (11/9/2026) mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kemitraan aktif antara dinas dengan Kementerian Agama dalam membekali calon pengantin sebelum memasuki jenjang rumah tangga. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi yang mencakup kesiapan ekonomi keluarga, edukasi kesehatan reproduksi, dinamika kehidupan berkeluarga, hingga literasi digital rumah tangga. Peserta juga diwajibkan mengisi data melalui aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Setelah proses pengisian dan bimbingan selesai, peserta memperoleh sertifikat resmi yang menjadi salah satu persyaratan administratif pelengkap dalam proses pencatatan pernikahan di KUA."Tentunya banyak hal yang disampaikan oleh DP3AP2KB, pertama pendewasaan pernikahan dan termasuk juga bimbingan perkawinan. Tentunya kegiatan-kegiatan yang kita lakukan tentang memberikan pembekalan seputar pernikahan," kata Mujianto.Mujianto menyebut bimbingan calon pengantin dirancang fleksibel agar dapat menjangkau masyarakat secara efektif. Kegiatan dapat dilakukan secara mandiri di masing-masing KUA maupun secara kelompok dengan mengumpulkan beberapa pasangan calon pengantin dari sejumlah kelurahan sekaligus. Melalui koordinasi antara petugas penyuluh dan KUA, syarat perkawinan dapat diverifikasi sebelum prosesi akad nikah dilangsungkan.“Ketika terkait pencegahan pernikahan dini, ini tentunya dalam proses itu bila mereka belum memenuhi syarat untuk melakukan pernikahan, khususnya usia tentunya mereka belum bisa mengikuti bimbingan tersebut,” jelas Mujianto.DP3AP2KB Kota Blitar berharap pembekalan sebelum pernikahan dapat membantu calon pengantin mempersiapkan kehidupan rumah tangga dengan lebih matang, sekaligus mendukung upaya bersama menekan pernikahan dini di Kota Blitar. *Elg/Kir

Berita Terbaru

Polling

Apakah informasi ini bermanfaat?


Saran

Galeri Kegiatan

Instagram

VIDEO KEGIATAN

...
10 Oct 2024 / by Administrator
...
10 Oct 2024 / by Administrator
Lihat Lainnya